Di Paksa Melayani 3 Orang Cowok Mesum: Part 2


SUMKIRNO - Bajingan kalian.. Brengsek..!!" teriakku sambil terus berontak dari himpitan ke tiga orang itu, tapi sepertinya mereka sudah tidak peduli dengan jeritanku, Kemi malah sudah melepaskan braku yang tanpa tali, sehingga kini buah dadaku terbuka dan menggantung tanpa penutup apapun, aku melenguh pelan, menahan sakit saat Pak Den mulai meremas remas buah dadaku dengan kasar, mulutnya mulai mengulum bibirku kembali sambil sesekali menggigit bibirku yang mungil, sementara Kemi menjambak rambutku dan menariknya ke atas sehingga kepalaku menjadi terdongak dan tidak dapat mengelak dari mulut Pak Den yang sedang mengulum bibirku dengan beringas.

"Jangann.. Jangann.. Lakukan itu.. Lepaskan saya.. Biadab kamu Kemi.." jeritku panik saat Pak Umar mulai melolosi celana dalamku, aku berusaha menendangkan kakiku saat kurasakan celana dalamku ditarik paksa melewati lututku, betisku dan akhirnya lepas dari ke dua kakiku, kemudian Pak Umar mulai memposisikan tubuhnya tepat di belakang tubuhku, aku tidak dapat melihatnya karena posisi tubuhku masih menelungkup sementara Pak Den memegangiku dengan erat, tapi aku bisa mendengar Pak Umar menurunkan resleting celananya, dan mulai memain-mainkan ujung kemaluannya di bibir vaginaku.

"Jangan.. Perkosa saya.. Saya mohon.." keluhku lemah sambil memejamkan mataku, aku mulai menangis saat itu, sementara Pak Den masih saja menciumi seluruh wajah dan leherku sambil satu tangannya meremas remas buah dadaku, dia sepertinya sama sekali tidak merasa iba melihatku menangis. Aku mendengar Pak Umar mulai mendesah sambil sesekali melenguh panjang, tapi aku tidak merasakan sesuatu menyentuh bagian selangkanganku, merasa penasaran, kupaksakan kepalaku menoleh ke arah samping.

"Astaga.. Kemi kamu sudah gila..!!" seruku saat kulihat Kemi sedang mengoral batang penis Pak Umar sambil sesekali mengocoknya dengan tangannya yang mungil itu, Kemi hanya menoleh dan tersenyum ke arahku, sepertinya dia sangat menikmati permainan itu, rambutnya yang panjang sampai tersibak saat Kemi menaikturunkan kepalanya dengan cepat, mengocok kemaluan Pak Umar di dalam mulutnya, aku makin terperangah saat kulihat Kemi berjongkok membelakangi tubuh Pak Umar yang duduk di atas lantai, lalu Kemi menyibakkan belahan gaun hitamnya dan menyingkapkan celana dalamnya, kemudian tangannya memegang batang penis Pak Umar dan membimbingnya masuk ke dalam liang vaginannya, sementara Pak Umar memegang pinggang Kemi yang saat itu sedang menurunkan tubuhnya dengan perlahan di atas pangkuan Pak Umar.

"Ahh.. Sshh.." Kemi mendesah panjang saat batang penis Pak Umar amblas seluruhnya ke dalam liang kemaluannya, Kemi sempat menaik turunkan tubuhnya beberapa kali, lalu tiba tiba dia berdiri dan menghampiriku.
"Kak Lia nggak perlu takut.. Enak kok.." ujar Kemi sambil tertawa kecil dan membelai rambutku, ingin rasanya kutampar wajah Kemi saat itu juga, tapi tanganku masih di pegangi dengan erat oleh Pak Den.

"Jangan.. Jangan.. Dimasukin.. Sakitt..!! Hentikan..!!" jeritku saat kurasakan liang vaginaku mulai dijejali oleh batang kemaluan Pak Umar, rupanya saat itu Pak Umar sudah berada di belakangku, dia menyingkapkan gaunku dan mulai berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam lubang vaginaku.

"Sakitt.. Lepaskan..!!" jeritku parau, aku mencoba menggerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan saat batang kemaluannya mulai menyeruak masuk, aku berusaha mengelakkan batang penisnya dari vaginaku, tapi gerakanku tertahan karena dengan sigap Pak Umar memegang dan menahan pinggulku, sementara Kemi membimbing batang penis Pak Umar dengan tangannya dan mengarahkannya masuk ke dalam liang kemaluanku.

"Arghh.. Sakitt.. Ouhh..!!" aku melenguh lemah menahan sakit saat kemaluan Pak Umar menghunjam masuk menggesek seluruh dinding liang vaginaku, dan aku kembali menjerit saat Pak Umar mendorongkan tubuhnya membuat seluruh batang penisnya tertanam di dalam lubang kemaluanku.

"Lepaskan.. Perihh..!!" gumamku lirih saat Pak Umar mulai memompa vaginaku, makin lama gerakannya semakin cepat, sehingga tubuhku pun ikut terguncang guncang mengikuti gerakan tubuh Pak Umar yang bergerak maju mundur. Aku merasakan batang penisnya seperti menggerus gerus dinding vaginaku saat kemaluannya bergerak maju mundur, sehingga menimbulkan rasa perih dan sakit di seluruh liang kemaluanku.

"Benar kan Kemi bilang.. Walaupun sudah tidak perawan lagi tapi dia masih sempit kan Pak..!!" ujar Kemi kepada Pak Umar, Pak Umar hanya melenguh, tidak menjawab komentar Kemi.

Aku memang sudah tidak perawan lagi akibat pemerkosaan yang aku alami dulu, tapi sejak kejadian itu aku tidak pernah lagi berhubungan badan dengan siapapun, paling paling aku hanya melakukan masturbasi, sehingga vaginaku masih tetap sempit dan terasa sakit saat batang penis Pak Umar menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku.

Pak Umar masih terus memompa vaginaku, sementara aku hanya bisa pasrah dan menangis merasakan sakit dan perih saat kemaluanku di obrak abrik oleh batang penis Pak Umar, tubuhku sudah sangat lemah saat Pak Den mulai melepaskan pegangan tangannya dari ke dua tanganku dan mulai menggumuli tubuh Kemi, ku lihat Pak Den sudah melepaskan gaun yang di kenakan Kemi, menelanjanginya lalu meremas remas buah dadanya sambil menciumi bibir Kemi, Kemi pun langsung membalasnya dengan sangat bernafsu, akhirnya mereka pun bersetubuh di samping tubuhku yang sedang di perkosa oleh Pak Umar

"Keparat Kemi.. Dia sengaja menyerahkanku ke orang orang biadab ini" pikirku.

Tiba tiba kudengar Pak Umar mendengus keras sambil menghentakkan pantatnya dengan keras ke arah depan sambil tangannya mencengkeram pinggangku dengan erat, aku sudah tidak dapat meronta lagi saat itu, aku hanya bisa menangis dan memejamkan mata saat Pak Umar mengeluarkan seluruh cairan spermanya di dalam lubang vaginaku, kurasakan cairan hangat menyembur, mengisi dan membanjiri liang kewanitaanku.

"Terima kasih Lia.. Rasanya nikmat sekali menggagahi kamu.." ujar Pak Umar sambil tertawa penuh kemenangan, bersamaan dengan itu kulihat Kemi tiba tiba menghentikan aktivitasnya, dia melepaskan batang penis Pak Den dari liang vaginanya dan menyuruh Pak Den mengambil posisi di belakang tubuhku, lalu Kemi mengoral dan mengocok kemaluan Pak Den, kemudian Kemi mengarahkan batang penis Pak Den ke liang vaginaku sambil tetap mengocoknya dengan cepat sampai Pak Den mencapai orgasme, membuat seluruh cairan spermanya menyembur keluar dan membasahi bibir kemaluanku.

Aku merasa malu dan amat terhina di perlakukan seperti itu oleh mereka, aku memandang Kemi dengan perasaan sangat marah.

"Kejam sekali kamu Ke..!! Kamu sengaja mau membuat Kak Lia hamil..?" seruku geram.
"Saya memang dendam sama kamu.. Kak Lia..!! dulu.. Waktu saya di perkosa, Kak Lia tidak berusaha menolong saya" ujar Kemi ketus.
"Tapi.. Kemi.. Saat itu Kak Lia juga di perkosa..!!" jawabku bingung sambil berusaha berdiri, tapi tiba tiba Pak Den menyergapku dari belakang, dia memelukku dan membalikan tubuhku sehingga posisiku menjadi terlentang menghadap tubuhnya.

Pak Den dengan sigap langsung menindihku sambil tangannya berusaha memasukan batang penisnya ke dalam liang vaginaku yang telah basah oleh cairan sperma Pak Umar dan spermanya.

"Jangann..!!" jeritku, saat liang kemaluanku kembali di terobos dengan paksa..

Sementara itu Kemi tampak tertawa puas melihat aku kembali di perkosa oleh mereka, sudah beberapa kali Pak Umar dan Pak Den bergantian menggarap tubuhku, sampai akhirnya mereka puas dan meninggalkanku sambil tertawa penuh kemenangan karena berhasil mengerjai tubuhku, Kemi sempat melirik dan tersenyum ke arahku sebelum akhirnya dia pun ke luar mengikuti kedua orang itu.

Aku masih tergolek lemas di atas washtafel toilet, seluruh tubuhku terasa pegal dan sakit, tapi aku tetap mencoba untuk berdiri walaupun rasa perih dan ngilu masih mendera di sekitar selangkanganku, kuraih braku yang teronggok di samping washtafel dan mengenakannya sambil membetulkan gaun bagian atasku yang tadi dilolosi oleh mereka.

Aku telah membersihkan cairan sperma Pak Umar dan Pak Den yang melekat di sekitar selangkanganku, lalu mengenakan celana dalamku kembali saat tiba tiba seorang office boy masuk dan kemudian memaksaku untuk melayani nafsu bejatnya, aku sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menolaknya, aku hanya bisa diam dan pasrah saat office boy itu menghunjamkan batang penisnya dan mulai memompa liang vaginaku dengan kasar.

Hari itu aku di perkosa oleh tiga orang termasuk oleh office boy itu yang ternyata mengaku kalau dia di suruh oleh mereka.

Semua perlakuan keji itu memang telah di rencanakan oleh Kemi, tapi aku masih tidak mengerti kenapa Kemi tega menjebakku seperti itu, dan tentu saja aku sangat tidak terima dengan semua perbuatannya.

Itulah mengapa saat kutulis cerita ini, aku menggunakan nama email "Kemi Pecun". Suatu saat nanti, akan kubalas semua perbuatannya terhadapku. " www.sumkirno.comBlue Film - Bokep Barat - Bokep Indo - Cerita Seks - Movie - Film Semi

" END "


About the Author

ADRA

Blogger

I am the founder of this blog if you like my tuts , follow me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dear Visitor's, Dilarang memasukan link aktif dalam comment.


ADMIN

Popular Posts

Cari Blog Ini

Pengikut

Popular Posts