Di Paksa Melayani 3 Orang Cowok Mesum: Part 1


SUMKIRNO - Nama saya Anggelia, CeciAnggelia Lengkapnya, mungkin para pembaca sudah banyak yang famiAnggeliar dengan saya melalui kisah "Kemi Yang Perawan" dan "Kemi Dan Pegawai Baru" cerita ini merupakan episode terakhir dari kisah perjalanan hidupku dan Kemi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi saat aku terbangun dari tidurku yang lelap, aku masih enggan untuk bangkit dari tempat tidurku meskipun dering jam weker terus mengganggu telingaku.

"Uhh..!!" akhirnya aku bangkit juga dari tempat tidur, mengumpulkan tenagaku dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari Sabtu, aku belum mempunyai rencana untuk menikmati Weekend ini.
"Enaknya ngapain yach hari ini" pikirku mencari ide sambil menggosok gigi, usai gosok gigi dan mencuci muka aku berjalan ke meja riasku, masih belum menemukan ide.

Kutatap wajahku dari cermin riasku.

"Anggelia.. Anggelia.. Kenapa kamu belum punya kekasih?" gumamku sambil termenung di depan cermin, kubuka kancing gaun tidurku satu persatu sampai terbuka seluruhnya, kupandangi buah dadaku sendiri yang tersembul dengan puting yang coklat kemerahan, aku memang punya kebiasaan tidak pernah memakai bra saat tidur. Kuremas dua gunung kembarku itu dengan ke dua tanganku, sambil mataku tetap memandangi cermin.

" Hmm.. Lumayan besar dan sekal" gumamku.

Buah dadaku memang berukuran lumayan besar hingga aku harus selalu mengenakan bra ukuran 36 B, aku berdiri sambil terus mengagumi diriku sendiri dari cermin riasku, aku cukup tinggi untuk ukuran wanita indonesia, sekitar 167 cm dan berat badan 45 kg, akupun memiliki kulit yang putih mulus, tubuh yang seksi dan wajah yang cantik, tapi kenapa sampai saat ini aku masih takut untuk punya pasangan hidup, harus ku akui, aku masih sangat trauma dengan kejadian pemerkosaan yang aku alami beberapa waktu yang silam.

"Huh.. Masa bodo amat" pikirku.

Cukup lama aku mematut diriku di depan cermin, kuraba perutku yang mulus dan ramping, lalu kuturunkan tanganku ke bagian selangkangan, Kuelus vaginaku yang ditumbuhi bulu bulu halus..

"Ohh.." Hasrat birahiku melonjak menjalari seluruh tubuhku, kumain mainkan dengan jariku hingga cairan kewanitaanku membasahi bibir vaginaku.

Aku sudah tidak bisa mengontrol tanganku lagi saat itu, dengan posisi masih tetap berdiri, kunaikkan sebelah kakiku ke atas meja rias, lalu aku mulai memasukan salah satu jariku ke dalam lubang kemaluanku sendiri dengan perlahan.. Sangat pelan.. Sambil tetap memandangi tubuh telanjangku dari cermin di depanku, aku mulai memaju mundurkan jariku, ku kocok di dalam lubang vaginaku dengan lembut, makin lama makin cepat dan lebih cepat lagi.. Cairan kewanitaanku makin membanjiri seluruh dinding Anggeliang vaginaku.

"Sshh.. Oughh.. Nikmat sekali.." tubuhku menggeletar hebat.
"Sshh.. Ohh.." aku mendesah panjang, mataku terpejam, merasakan getaran kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhku, 10 menit aku melakukan masturbasi sebelum akhirnya tubuhku menegang.
"Ahh.." aku melenguh pelan saat telah mencapai orgasme, aku puas, gumamku menatap cermin.

Kubuka laci meja riasku, mencari tissue untuk menyeka keringat yang membasahi wajahku, tiba tiba selembar foto terjatuh, kuambil foto itu, aku tertegun sesaat sambil memandangi foto itu, foto saat aku dan Nama saya Lia, Cecilia Lengkapnya, mungkin para pembaca sudah banyak yang familiar dengan saya melalui kisah "Kemi Yang Perawan" dan "Kemi Dan Pegawai Baru" cerita ini merupakan episode terakhir dari kisah perjalanan hidupku dan Kemi.

*****

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi saat aku terbangun dari tidurku yang lelap, aku masih enggan untuk bangkit dari tempat tidurku meskipun dering jam weker terus mengganggu telingaku.

"Uhh..!!" akhirnya aku bangkit juga dari tempat tidur, mengumpulkan tenagaku dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari Sabtu, aku belum mempunyai rencana untuk menikmati Weekend ini.
"Enaknya ngapain yach hari ini" pikirku mencari ide sambil menggosok gigi, usai gosok gigi dan mencuci muka aku berjalan ke meja riasku, masih belum menemukan ide.

Kutatap wajahku dari cermin riasku.

"Lia.. Lia.. Kenapa kamu belum punya kekasih?" gumamku sambil termenung di depan cermin, kubuka kancing gaun tidurku satu persatu sampai terbuka seluruhnya, kupandangi buah dadaku sendiri yang tersembul dengan puting yang coklat kemerahan, aku memang punya kebiasaan tidak pernah memakai bra saat tidur. Kuremas dua gunung kembarku itu dengan ke dua tanganku, sambil mataku tetap memandangi cermin.

" Hmm.. Lumayan besar dan sekal" gumamku.

Buah dadaku memang berukuran lumayan besar hingga aku harus selalu mengenakan bra ukuran 36 B, aku berdiri sambil terus mengagumi diriku sendiri dari cermin riasku, aku cukup tinggi untuk ukuran wanita indonesia, sekitar 167 cm dan berat badan 45 kg, akupun memiliki kulit yang putih mulus, tubuh yang seksi dan wajah yang cantik, tapi kenapa sampai saat ini aku masih takut untuk punya pasangan hidup, harus ku akui, aku masih sangat trauma dengan kejadian pemerkosaan yang aku alami beberapa waktu yang silam.

"Huh.. Masa bodo amat" pikirku.

Cukup lama aku mematut diriku di depan cermin, kuraba perutku yang mulus dan ramping, lalu kuturunkan tanganku ke bagian selangkangan, Kuelus vaginaku yang ditumbuhi bulu bulu halus..

"Ohh.." Hasrat birahiku melonjak menjalari seluruh tubuhku, kumain mainkan dengan jariku hingga cairan kewanitaanku membasahi bibir vaginaku.

Aku sudah tidak bisa mengontrol tanganku lagi saat itu, dengan posisi masih tetap berdiri, kunaikkan sebelah kakiku ke atas meja rias, lalu aku mulai memasukan salah satu jariku ke dalam lubang kemaluanku sendiri dengan perlahan.. Sangat pelan.. Sambil tetap memandangi tubuh telanjangku dari cermin di depanku, aku mulai memaju mundurkan jariku, ku kocok di dalam lubang vaginaku dengan lembut, makin lama makin cepat dan lebih cepat lagi.. Cairan kewanitaanku makin membanjiri seluruh dinding liang vaginaku.

"Sshh.. Oughh.. Nikmat sekali.." tubuhku menggeletar hebat.
"Sshh.. Ohh.." aku mendesah panjang, mataku terpejam, merasakan getaran kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhku, 10 menit aku melakukan masturbasi sebelum akhirnya tubuhku menegang.
"Ahh.." aku melenguh pelan saat telah mencapai orgasme, aku puas, gumamku menatap cermin.

Kubuka laci meja riasku, mencari tissue untuk menyeka keringat yang membasahi wajahku, tiba tiba selembar foto terjatuh, kuambil foto itu, aku tertegun sesaat sambil memandangi foto itu, foto saat aku dan Kemi sedang merayakan ulang tahunnya di perusahaan tempat kami bekerja dulu.

"Kemi.. Bagaimana hidupmu sekarang..?" tanyaku dalam hati, aku jadi teringat kejadian 8 bulan yang lalu, saat kami di perkosa dan di gagahi oleh Alex dan Paul, setelah kejadian itu Kemi langsung mengundurkan diri dari perusahaan, sepertinya dia mengalami trauma berat, dia tidak mau di hubungi oleh siapapun, termasuk olehku, berkali kali aku mencoba menelepon dan mendatangi rumahnya, tapi dia selalu mengelak dan berusaha untuk tidak menemuiku, kami kehilangan komunikasi sampai dengan saat ini.

Tiba tiba aku merasa sangat kangen kepada sahabatku itu, aku meraih handphoneku dan mencoba menghubunginya, berharap Kemi tidak mengganti nomor HP-nya.

"Hallo..!!" terdengar suara riang dan renyah dari ujung sana.
"Hai Kemi apa kabar?" seruku gembira, karena dia belum mengganti nomor HPnya, satu jam kami mengobrol dan saling melepas kangen, akhirnya kami sepakat untuk bertemu sore hari ini di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan.

Hampir jam 6 sore dan kami sudah ngobrol cukup lama saat Kemi memohon aku untuk ikut dengannya menghadiri acara pesta seorang rekanan kerjanya.

"Kak Lia.. Ikut yaa.. Kemi mohon please.." pinta Kemi dengan gaya kekanakannya, akhirnya aku mengangguk mengiyakan.
"Ya sudahlah.. Aku juga tidak punya acara hari ini" jawabku yang langsung di sambut dengan sorak riang Kemi.

Acara itu sendiri diselenggarakan di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat, Kemi saat itu mengenakan gaun pesta panjang warna hitam dengan motif ukiran cina, Kemi terlihat makin cantik dengan gaun itu, apalagi gaun itu lumayan ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi, sementara akupun mengenakan gaun biru panjang tanpa lengan dengan selendang biru muda transparan yang aku lingkarkan di pundakku.

"Haii.. Gimana, sudah beres semua?" tanya Kemi ke beberapa orang laki-laki yang ada di depan lobi hotel.
"Beres Bu.. Semuanya lancar" jawab seorang dari mereka.

Terus terang aku tidak mengerti dengan pembicaraan mereka, tapi pasti berkaitan dengan acara pesta, kan Kemi event organizernya.. pikirku, sebelumnya Kemi memang bercerita bahwa saat ini kegiatannya adalah menjadi event organizer untuk acara para konglomerat.

Kami sudah berada di dalam hall hotel tersebut, dan kami ikut hanyut dalam suasana pesta yang berkesan aristokrat, ada sekitar kurang lebih 60 orang laki laki dan perempuan yang berada di ruangan besar ini, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing, makan, minum, ngobrol dan lain lain sambil diiringi alunan musik yang lembut, maklum, rata-rata mereka sudah berusia kurang lebih 40 tahunan.

Kusapukan pandanganku ke sekitar ruangan besar itu, sambil meminum segelas wine, Kemi memang pintar mengemas acara pesta, semuanya tampak sangat mewah dan terorganisir pikirku. Lalu Kemi menyempatkan diri mengenalkanku ke beberapa orang yang kebetulan lewat di depan kami.

"Selamat malam nona Kemi.." tegur seorang laki-laki paruh baya.
"Eh Pak Umar.. Maaf saya datang agak telat.. Kenalkan ini teman kepercayaan saya." jawab Kemi sambil tersenyum ramah kepada laki laki itu yang ternyata adalah si empunya acara pesta tersebut.
"Lia.." ujarku mengenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
"Kamu cantik sekali Lia.." jawab Pak Umar memujiku sambil tersenyum ramah, aku langsung mengucapkan terima kasih atas pujiannya tersebut.

Saat itu seorang laki-laki datang ke arah kami.

"Hallo, selamat malam semua, acara utamanya sudah akan di mulai, silahkan ambil tempat masing masing.." sapa orang itu sambil tersenyum.
"Ini Pak Den.. Dia penanggung jawab acara ini", ujar Pak Umar sambil mempersilakan kami mengikutinya.

Kami duduk di salah satu meja dan menyaksikan dan mendengarkan lagu lagu yang dinyanyikan oleh beberapa penyanyi yang cukup terkenal. Aku masih duduk sambil memegang gelas wine, kepalaku sudah terasa agak berat dan pusing akibat terlalu banyak menenggak minuman tersebut, tak lama kemudian aku pun permisi untuk ke toilet.

"Ke.. Aku ke toilet dulu yach.." ujarku sambil berdiri.
"Kemi temenin deh.." jawab Kemi menawarkan diri.

Kemi sibuk merapikan gaunnya, sementara aku masih memperhatikan wajahku di depan cermin toilet, kepalaku terasa makin berat akibat pengaruh wine tersebut.

"Aduh.. Kayaknya aku kebanyakan minum wine nih Ke..", ujarku setengah menyesal kepada Kemi.

Kami sudah akan ke luar dari toilet saat tiba tiba muncul dua orang laki-laki dan langsung masuk ke dalam ruangan toilet, kebetulan saat itu memang hanya kami berdua yang berada di toilet tersebut.

"Eh.. Bapak-Bapak salah masuk.." ujarku bingung, karena yang masuk itu Pak Den dan Pak Umar, sementara Kemi hanya diam saja sambil tersenyum ke arah mereka.
"Tenang Lia.. Kita cuma mau mencicipi tubuh kamu yang seksi itu kok" ujar Pak Den sambil mendekatiku dan berusaha meraih tubuhku, sementara Pak Umar mengunci pintu toilet dari dalam, seketika itu juga aku tersurut mundur berusaha mengelak dari terkaman Pak Den. Hingga akhirnya tubuhku tertahan oleh washtafel yang berada di belakangku.

"Apa apaan ini.. Kemi.. Hentikan mereka..!!" jeritku sambil berusaha mendorong tubuh Pak Den yang saat itu sudah mendekap dan menggumuli tubuhku, sementara tangannya sibuk berusaha menyingkapkan belahan gaunku, saat itu aku memang mengenakan gaun panjang yang belahannya sampai ke pangkal pahaku. Tak lama setelah itu, Pak Umar dan Kemi mendekatiku, mereka membalikan tubuhku dengan paksa hingga posisiku tengkurap di atas washtafel.

"Hentikan.. Kemi.. Mau apa kalian..!!" jeritku sambil berusaha meronta dari himpitan tubuh Pak Den yang menindihku dari atas, sementara Pak Umar memegangi kedua tanganku dengan erat sambil berusaha menciumi bibirku.
"Mmh.. Jangann.. Mmhh.. Hentikan.. Kemi..!!" jeritku di sela sela mulut Pak Umar yang sedang mengulum bibirku, saat kurasakan jari Kemi mulai membuka resleting gaunku, lidah Pak Umar masih bermain-main di dalam mulutku saat Kemi yang di bantu Pak Den berusaha melepaskan gaunku, mereka menariknya dengan paksa melewati kedua tanganku, sehingga gaun bagian atasku merosot hingga sebatas perut."www.sumkirno.com" Blue Film - Bokep Barat - Bokep Indo - Movie - Film Semi - Cerita Seks

BERSAMBUNG:

About the Author

ADRA

Blogger

I am the founder of this blog if you like my tuts , follow me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dear Visitor's, Dilarang memasukan link aktif dalam comment.


ADMIN

Popular Posts

Cari Blog Ini

Pengikut

Popular Posts